Menaklukkan Lapangan Pekerjaan

MENAKLUKKAN LAPANGAN PEKERJAAN

 

MENCARI PEKERJAAN bagaikan sebuah perburuan untuk seekor hewan langka yang banyak digemari manusia. Sulit, sangat banyak memerlukan persiapan dan target yang tepat juga cocok dengan selera si pemburu. Perubahan zaman yang sudah dan sedang terjadi menuntut semua elemen menyeimbangkan dan menyesuaikannya.

Termasuk juga dengan sumber daya manusianya. Jangan hanya mengandalkan cara-cara tradisional yang pada kenyataannya masih berlaku di saat sekarang. Ada banyak hal yang harus dipikirkan untuk mengarah kesana. Kemajuan tekhnologi, perkembangan budaya merubah pula cara pikir manusia. Semua tertuju pada pembangunan yang dilaksanakan oleh bangsa dan negara. Adapun kaitannya dengan pasaran kerja yang ada saat ini adalah, apakah Anda sebagai pemburu kerja sanggup menaklukan perubahan yang terjadi? Sudahkah Anda mempersiapkan segalanya?

Penulis menekankan bukan hanya keberanian, tapi rasa percaya diri dengan kematangan yang utama. Dalam arti Anda benar-benar mempersipakan segalanya. Asahlah kemampuan Anda untuk menunjukkan bakat dan keahlian yang Anda miliki. Efek yang dapat Anda rasakan dari semua itu adalah,terhindarnya kegagalan dalam wawancara. Sebagai bahan pertimbangan untuk Anda, ada baiknya penulis mengisahkan pengalaman pribadi ketika pertama kali menulis surat lamaran.

Pelik, sukar dan hilang arah. Ya, betapa tidak! Beberapa kali mengirim surat lamaran, satupun tidak ada balasan. Kemudian penulis berpikir apa yang salah? Ternyata setelah dikaji lebih dalam banyak hal yang hartus diperbaiki. Baik dari cara penulisan, penggunaan kalimat maupun susunan kerangka surat. Setelah itu penulis baru sadar bahwa dalam menulis surat lamaran harus ada gaya tersendiri. Penulis tak pernah lelah mengadakan perubahan. Terus mencoba. Sampai akhirnya panggilan yang dinantikan datang juga. Pengalaman pertama menghadapi wawancara sama dengan yang dirasakan oleh kebanyakan orang. Takut tidak bisa menjawab, takut tidak bisa berkomunikasi, segala macam rasa takut bergejolak dalam hati. Penulis sadar bahwa perasaan ini hanya sementara waktu. Setelah lima menit berlalu, adaptasi dapat dilakukan.

Komunikasi memang menjadi hal utama dalam wawancara. Untungnya dalam hal ini, penulis sedikitnya sudah mempunyai pengalaman ketika berorganisasi dulu. Di mana penulis harus melobi beberapa orang dalam urusan suatu kegiatan, itulah salah satu manfaat yang bisa penulis rasakan dari suatu organisasi. Benar kata beberapa pakar bahwa pelamar yang belum pernah bekerja senantiasa mengutamakan pendidikannya,berbeda dengan yang sudah berpengalaman.Begitupun dengan masalah gaji. Pertama kali menerima tawaran kerja, bukan gaji yang menjadi tolok ukur tapi pergantian status dari pengangguran menjadi seorang pekerja.

Keuntungan pertama yang diperoleh penulis ketika pertama kali bekerja adalah mendapatkan perusahaan dengan skala yang bisa dianggap mempunyai nama. Di Batam, untuk pertama kalinya penulis merasakan menjadi seorang karyawan (staff) yang menuntut menggunakan bahasa Inggris dalam berkomunikasi berkaitan dengan klien perusahaan yang kebanyakan orang asing. Dari situlah penulis bisa lebih mengembangkan kemampuan berbahasa Inggris. Setelah satu tahun, ternyata penulis merasa pekerjaan yang penulis lakoni tidak memberikan kecocokan dengan minat. Akhirnya penulis mengundurkan diri. Setelah mempunyai pengalaman kerja, penggilan lamaran kerja bukan menjadi hal yang aneh lagi. Hampir setiap surat lamaran yang dikirimkan mendapat sambutan. Sampai tahap wawancara, dan tawaran gaji. Akhirnya penulis mendapatkan pekerjaannya yang kedua pada sebuah perusahaan swasta dalam bidang software di Jawa Timur. Kebetulan pula sesuai dengan background pendidikan, penulis ditempatkan pada posisi staff personalia. Disinilah penulis mulai belajar dan mengenal bagaimana cara merekrut calon tenaga kerja. Dari mulai merencanakan adanya kebutuhan tambahan karyawan sampai proses seleksi. Tapi pekerjaan itu tidak juga cocok juga. Dari situlah muncul pemikiran bahwa sesuatu yang tidak ada kecocokan dengan batin tidak akan memberikan kenyamanan dalam bertindak dan berbuat. Mulailah penulis mencoba mencari lowongan pekerjaan lain yang sesuai dengan bakat dan kesesuain dengan hobi.

Penulis ingat semasa kuliah dulu, penulis pernah bergelut dalam dunia jurnalistik meski hanya sebagai wartawan kampus. Itulah yang menggerakkan penulis untuk mencoba merubah jenis lapangan kerja. Lowongan kerja pada bidang HRD atau Kepersonaliaan yang biasanya menjadi target penulis (cocok dengan latar belakang pendidikan) sudah tidak dilirik lagi. Penulis lebih menekankan pada bidang media (selama mencari pekerjaan dalam bidang itu penulis sempat beberapa kali pindah kerja, perusahaan saham & staff purchasing pada sebuah perusahaan Jepang).Apa yang terjadi? Lamaran penulis pada sebuah perusahaan penerbitan diterima. Tentu saja karena belum ada pengalaman bekerja pada sebuah perusahaan penerbitan, gaji pun dibawah standar yang pernah penulis terima. Tapi penulis berusaha keras untuk tidak memikirkan gaji, karena ada tujuan lain yang ingin dicapai. Benar! Ternyata kenyamanan kerja sangat ditunjang oleh kecocokan bakat kita pada bidang yang kita geluti.

Inti dari semua ini, penulis hanya ingin sedikit berbagi pengalaman bagi Anda yang sedang berusaha memperbaiki nasib. Banyak cara yang bisa kita manfaatkan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan. Try, Pray, and patient, tiga hal yang selalu penulis jadikan pegangan. Jangan pernah lelah untuk mencoba, dan jangan pernah puas dengan apa yang Anda dapat. Perubahan yang terjadi harus dimanfaatkan dengan mengasah kemampuan yang kita miliki.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s