Susahnya Menjadi Wanita

Menjadi wanita yang “benar-benar wanita “ jelas harapan setiap wanita, tapi apakah semua wanita mampu mewujudkannya? Banyak hal yang seringkali dilupakan, yaitu mempelajari bagai¬mana saya, apa yang diinginkan saya sebagai wanita. Saya pun mengakui, sebagai wanita saya hanya menjalani hidup saya “ya inilah saya sebagai wanita,” tanpa pernah mengkaji lebih dalam, na¬mun dalam perjalanan selanjutnya, saya sadar bahwa saya ada¬lah wanita yang harus tahu bagaimana saya sebenarnya sebagai wanita.

 Wanita dengan segala masalahnya, dengan KODRAT yang menempel padanya, tak jarang menjadi sorotan sebagai makhluk yang bisa diperlakukan begitu saja oleh kaum lelaki. Hmmm… naif rasanya jika di abad sekarang ini masih ada wanita yang memiliki kisah seperti itu.

Bangkitlah! Mungkin satu kata itu cukup mewakili pe¬rasaan saya sebagai wanita yang miris saat mendengar kisah KDRT, yang prihatin saat melihat wanita tak mampu berdikari, dan yang me¬nangis saat wanita dilecehkan karena menyandang KODRAT sebagai wanita.

Tuhan menciptakan dua makhluk (jenis kelamin) di dunia ini, wanita dan pria (laki-laki dan perempuan) untuk saling me¬lengkapi. Alangkah indah dunia ini jika laki-laki bisa memahami wanita, begitupun sebaliknya. Mengerti kemauan wanita, paham akan emosi-emosi dan pemikiran wanita, tahu akan kesulitan wa¬nita akan mengarahkan konsep hubungan yang berkesinam¬bungan hingga tak ada lagi kesemrawutan di dunia ini hanya ka¬rena perbedaan jenis kelamin, meski pada dasarnya wanita me-mang harus tahu KODRAT-nya, begitu juga laki-laki, dia pun ha¬rus bisa menempatkan dirinya sebagai laki-laki yang “memang benar-benar laki-laki”. Saya garisbawahi di sini, bahwa tak ada yang susah menjadi wanita karena Tuhan menciptakan wanita dengan otak, pikiran, hati dan konsep berpikirnya, yang susah adalah kita sering salah kaprah menempatkan diri kita sebagai wanita. Dan buku SUSAHNYA MENJADI WANITA (KODRAT), men¬¬jadi sebuah ilustrasi nyata akan apa sich maunya wanita se¬bagai bagian dari kehidupan di bumi ini, hingga pria sebagai partner hidup wanita bisa lebih tahu menempatkan dirinya sebagai pria dan mampu memperlakukan wanita dengan sebaik-baiknya, dan untuk wanita, jelas, mereka bisa lebih pintar menjadi wanita, lebih bijak bersikap sebagai wanita, lebih mandiri sebagai wanita dan lebih mampu menunjukkan KODRAT-nya sebagai wanita.

 Teruntuk semua wanita hebat di bumi ini dan untuk semua pria sejati, saya persembahkan buku ini. “Tetap tersenyum, tegar dan memiliki keyakinan yang kuat dengan iringan doa yang tiada henti, saya titipkan kalimat itu untuk semua wanita.”

 Buku ini penting – baik untuk kaum wanita sendiri maupun untuk kaun pria yang ingin mengetahi kodrat wanita.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s